Ini Dia Pekerjaan Terbaik di Dunia!

January 22, 2009

Sumber : http://www.kontan.co.id/index.php/Internasional/
news/6664/Ini_Dia_Pekerjaan_Terbaik_di_Dunia_

SYDNEY. Pemerintah Australia menawarkan sebuah pekerjaan menarik. Jenis pekerjaan ini berbeda dari pekerjaan pada umumnya, yakni bermalas-malasan selama enam bulan di pulau tropis selama enam bulan. Tak ayal, banyak yang bilang ini merupakan pekerjaan terbaik di dunia.

Untuk melakukan pekerjaan ini, seseorang akan dibayar sebesar 150.000 dolar Australia atau US$ 105.000. Uang tersebut sudah termasuk tiket pesawat dari negara asal pemenang ke Hamilton Island di Great Barrier Reef. Hal ini diumumkan oleh pemerintah negara bagian Queensland pada Kamis kemarin.

Sebagai gantinya, “sang penguasa pulau” hanya diharapkan berjalan-jalan di pasir putih, menyelam dan melakukan beberapa pekerjaan reportase. Si pemenang harus melaporkan kegiatannya per minggu melalui blog, photo diaries dan video yang selalu di update.

Sang pemenang juga nantinya akan tinggal di tiga kamar pantai sewaan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Di tempat penginapan ini sudah disediakan beberapa fasilitas pendukung seperti kolam renang dan lapangan golf. Persyaratan untuk melamar pekerjaan ini tak muluk-muluk. Sang pelamar harus bisa berenang, sanggup mengoperasikan communicator dan mampu berbicara dan menulis dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Mereka juga harus dapat berkomunikasi kepada media dari waktu ke waktu tentang segala aktivitas yang mereka lakukan. Jadi pelamar tidak boleh seorang yang pemalu dan mencintai laut, matahari dan alam bebas,” jelas Acting State Premier Paul Lucas. Lucas menambahkan, pemenang akan dibayar untuk mengeksplorasi pulau Great Barrier Reef dengan cara berenang, snorkeling dan sebagainya.

Menurut Lucas, sayembara ini digelar dalam rangka kampanye untuk melindungi industri pariwisata yang semakin melempem akibat perlambatan ekonomi global. “Kami menilai, dengan melakukan iklan pariwisata secara tradisional hal itu tidak terlalu menarik,” katanya.

Meski demikian, kampanye pariwisata yang tergolong nyeleneh ini boleh jadi mengundang pendapat miring dari sejumlah pihak. Menurut Queensland Tourism Minister Desley Boyle, banyak pihak menanyakan risiko untuk membiarkan orang asing menjadi juru bicara pariwisata di negara tersebut.

“Saya rasa risiko terbesar adalah kandidat yang berhasil lolos tidak akan mau pulang hingga enam bulan ke depan,” katanya.

Pekerjaan ini terbuka bagi siapa saja. Pendaftaran dibuka hingga 22 Februari. Dan 11 kandidat yang terpilih akan diterbangkan ke Hamilton Island pada awal Mei untuk proses seleksi final. Dan pemenang akan diumumkan pada 1 Juli 2009.

Bagi Anda yang berminat, kunjungi saja situs islandreefjob.com. Tertarik mendaftar?

Barratut Taqiyyah AP

Hanya Lima PTN yang Raih Akreditasi A

January 22, 2009

Submitted by admin on Thu, 12/04/2008 – 16:24

Tanpa Akreditasi, Tidak Boleh Luluskan Mahasiswa
Kamis, 4 Desember 2008 | 00:57 WIB

Bandung, Kompas – Kesiapan perguruan tinggi untuk membangun sistem penjaminan mutunya dinilai masih sangat minim. Dari 55 perguruan tinggi yang mengikuti akreditasi institusi tahap I, hanya lima di antaranya yang telah meraih nilai sangat baik atau A.

Kelima perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Menurut Sekretaris Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Adil Basuki Ahza, Rabu (3/12), di Bandung, tidak ada kaitan perolehan nilai A ini dengan reputasi internasional yang kebetulan dimiliki kelima perguruan tinggi negeri (PTN) ini.

“Tidak berkaitan dengan status kelas dunia. Tapi, secara faktual, kita tidak bisa membohongi diri kalau kelima perguruan tinggi ini punya kualitas lebih,” ungkap Basuki Ahza.

Ia melihat, ketidaksanggupan perguruan tinggi lain meraih nilai A lebih karena faktor ketidaksiapan diri. Serta, belum membangun sistem penjaminan mutu yang memadai.

Belum berani dinilai

Tahun 2008 ini, bahkan masih banyak perguruan tinggi yang belum berani dinilai. Dari kuota 50 perguruan tinggi yang dinilai, hanya 30 di antaranya yang terisi. Dan, hanya 25 yang lolos untuk dilakukan site visit (visitasi asesor). Visitasi dilakukan Desember ini. Untuk itu, Badan Akreditasi Nasional (BAN PT) berancang- ancang menghentikan sementara proses akreditasi ini di tahun depan.

Padahal, ia mengatakan, setiap program studi maupun perguruan tinggi negeri wajib untuk mengikuti akreditasi. “Mereka (perguruan tinggi) lupa bahwa perguruan tinggi bisa kena pidana jika tidak segera memiliki akreditasi. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, jika perguruan tinggi tidak terakreditasi, maka perguruan tinggi tersebut tidak boleh meluluskan mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, ketentuan ini akan efektif berlaku selambat- lambatnya tahun 2012 mendatang.

Di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan, ucapnya, bahkan disebutkan, hanya perguruan tinggi berakreditasi minimal B yang bisa meluluskan mahasiswa.

“Lulusan bisa menuntut penyelenggara program studi, dekan, atau rektor apabila klaim tentang akreditasi tidak betul dan mereka tidak bisa lulus,” kata Basuki Ahza.

Meski demikian, perguruan tinggi diperbolehkan mengajukan ulang penilaian setelah dua tahun pengajuan pertama, asalkan ada jaminan perbaikan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Sunaryo Kartadinata mengakui, hasil akreditasi institusi sangatlah bergantung faktor kesiapan tiap perguruan tinggi. Namun, ia melihat, akreditasi institusi ini tidak lebih penting daripada akreditasi yang ada di tiap-tiap program studi. Sebab, ujung tombak akademik justru ada di program studi.

UPI saat ini memperoleh akreditasi B meski kampus ini sekarang memiliki aset gedung mewah bernilai sekitar Rp 500 miliar. (jon)

60 Persen Lulusan PT Menganggur

January 22, 2009

Kamis, 15 Januari 2009 | 01:03 WIB

Surabaya, Kompas – Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah perlu segera mengubah fokus pendidikan tinggi dari akademis ke vokasi.

Jumlah lulusan perguruan tinggi baik program diploma maupun sarjana lebih dari 300.000 orang per tahun. Adapun jumlah mahasiswa vokasi perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 2005 sebanyak 838.795 orang, tahun 2006 menjadi 1.256.136 orang dan 2007 turun menjadi 979.374 orang.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Erlangga Satriagung di Surabaya, Rabu (14/1), mengatakan, lapangan kerja rata-rata hanya menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi (PT). Bahkan, beberapa tahun ke depan diperkirakan daya serap itu menurun karena pengaruh resesi.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Priyo Suprobo mengatakan, kondisi itu memang ada benarnya. Hal itu terutama terjadi pada program akademis. “Sebaliknya untuk pendidikan vokasi seperti politeknik justru kekurangan lulusan untuk disalurkan ke dunia kerja,” ungkapnya.

Karena itu, sudah seharusnya pemerintah lebih memerhatikan pendidikan vokasi. Pemerintah harus berani memberi anggaran lebih besar untuk pendidikan vokasi. “Penyelenggaraan pendidikan vokasi butuh dana besar, terutama untuk praktikum mahasiswa agar terampil,” katanya.

Secara terpisah, penasihat Dewan Pendidikan Jatim, Daniel M Rosyid, mengatakan, tidak semua lulusan sekolah menengah layak masuk perguruan tinggi. “Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2003 mengungkapkan hanya 20 persen layak masuk ke perguruan tinggi jenjang sarjana,” ujarnya.

Priyo Suprobo mengatakan, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswanya dengan soft skill, terutama pada attitude serta keterampilan wirausaha. Kedua hal itu sangat berguna bagi mahasiswa setelah lulus. (RAZ)

Artikel ini dapat juga ditemukan di http://www.dikti.org/?q=node/427

Ujian Perbaikan MKB Program Reguler

January 14, 2009

Ujian perbaikan dari ujian Mid Semester MKB untuk Program REGULER sudah bisa anda DOWNLOAD sekarang. Yang harus anda diperhatikan adalah : (1). Hanya mahasiswa Program REGULER saja yang boleh mengerjakan ujian perbaikan ini, (2). Mahasiswa Program Ekstensi SMU tidak diijinkan mengikuti ujian ini, (3). Harus memenuhi ketentuan seperti tercantum pada Ujian Perbaikan Dari Ujian Mid Semester MKB.

Mahasiswa Program Ekstensi SMU tidak diijinkan mengikuti ujian ini karena tidak menyimak PENGUMUMAN yang saya berikan. Harus diingat bahwa setiap Program soalnya berbeda, sehingga karena perwakilan mahasiswa yang mengemail tidak menyebutkan identitas yang jelas maka pelaksanaan ujian perbaikan untuk anda ditiadakan.

Bagi mahasiswa Program REGULER peserta kuliah MKB silahkan mengerjakan soal Take Home Test yang saya berikan di Ujian Perbaikan Dari Ujian Mid Semester MKB, soal untuk Program Reguler. Saya tunggu pengumpulannya besok Kamis, 15 Januari 2009 paling lambat jam 11.30 sesuai yang anda tentukan sendiri. Ingat, berkas ujian tidak akan saya periksa bila anda tidak mengindahkan ketentuan yang saya berikan.

Tahun Baru, Semangat Baru

January 8, 2009

Tahun Masehi 2008 dan Tahun Islam 1429H baru saja berlalu. Banyak cara dilakukan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun tersebut. Kegiatan tersebut biasanya tidak terlepas dari upaya introspeksi dan harapan-harapan. Introspeksi dilakukan tentunya berkaitan dengan perbuatan-perbuatan di tahun lalu, apakah perbuatannya itu telah bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat atau justru merugikan orang lain, hal ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah pada saat malam 1 suro. Namun tidak sedikit pula masyarakat dalam merayakan tahun baru hanya bertujuan ingin bersenang-senang, seperti selalu dilakukan oleh khususnya kaum muda ketika menyambut pergantian tahun baru masehi.

Di tahun 2009 ini, seperti diramalkan banyak orang, kondisi ekonomi negara kita dan hampir di seluruh belahan duniaKartu Ucapan Tahun Baru masih belum membaik. PHK dan perusahaan yang collapse masih akan banyak terjadi. Tentu hal ini berarti peluang kerja yang ada semakin kecil, persaingan kerja semakin besar, dan pengangguran semakin meningkat. Masalah bencana juga diramalkan akan banyak terjadi di tahun 2009 ini. Gempa di Irian dengan kekuatan 7.8 SR merupakan indikasi awal terjadinya bencana di beberapa daerah di Indonesia. Ya…, pertambahan tahun berarti bertambah pula usia bumi dan usia para penghuninya. Para ahli Cuaca mengatakan “semakin tua usia bumi semakin banyak pula bencana yang terjadi”.

Analisis saya, berdasar hasil-hasil penelitian para ahli cuaca dan para ahli perminyakan dunia, masalah yang akan dihadapi masyarakat dunia pada 2 dekade yang akan datang adalah kelangkaan energi dan perubahan iklim secara drastis. Tanda-tandanya sudah kelihatan di tahun 2008 yang lalu. Hal ini telah saya presentasikan di hadapan warga RT-08/RW-04 Kelurahan Padangsari (Kecamatan Banyumanik-Semarang) dalam acara memperingati 17 Agustus 2008 yang lalu. Jika ditambah dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa kita sendiri (masalah Politik, Ekonomi, Pendidikan, Pengangguran dan lain-lain) sudah tentu masyarakat Indonesia akan menghadapi persoalan besar di tahun-tahun yang akan datang.

Selamat tahun baru. Menyambut tahun baru harus dengan semangat baru. Semangat dalam memperbaiki sikap dan perilaku untuk menjadi lebih baik, semangat untuk berjuang dalam memerangi kebodohan dan ketertinggalan, semangat membangun dengan lebih memperhatikan keseimbangan dan kelestarian alam, semangat untuk berbagi kepada mereka yang kekurangan, dan semangat untuk maju bersama dalam membangun masyarakat di tingkat-tingkat RT; RW dan pedesaan. Mari kita tanamkan jargon dalam diri kita masing-masing “Kunci kemajuan adalah semangat dan kebersamaan”, karena hanya dengan semangat dan kebersamaan ini segala persoalan yang dihadapi bangsa kita dapat dipecahkan secara lebih mudah dan cepat. Selamat tahun baru, semoga sukses.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.